Logo Universitas

Universitas ASA Indonesia


Program Studi: Teknologi Informasi
Mata Kuliah: Internet of Things
SKS: 3 (Tiga)
Dosen Pengampu: Istiqomah Sumadikarta, S.T., M.Kom.
Beranda Mundur Maju

Pertemuan 3: Sensor dan Aktuator

Salam Pengantar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pada pertemuan ketiga ini, kita akan mempelajari konsep sensor dan aktuator yang menjadi komponen utama dalam sistem IoT. Anda akan mengenal cara kerja, jenis-jenis, serta contoh penerapannya dalam berbagai aplikasi.

Tujuan Pembelajaran

1. Sensor

a. Pengertian Sensor

Sensor adalah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi perubahan besaran fisik seperti tekanan, gaya, besaran listrik, cahaya, gerakan, kelembaban, suhu, kecepatan dan fenomena-fenomena lingkungan lainnya. Setelah mengamati terjadinya perubahan, Input yang terdeteksi tersebut akan dikonversi menjadi output yang dapat dimengerti oleh manusia baik melalui perangkat sensor itu sendiri ataupun ditransmisikan secara elektronik melalui jaringan untuk ditampilkan atau diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi penggunanya (teknikelektronika.com). Contoh sederhana dari penggunaan sensor adalah thermometer yang dapat membaca suhu.

b. Jenis Sensor

Sensor pada dasarnya dapat digolongkan sebagai transduser input karena mereka dapat mengubah energi listrik seperti cahaya, tekanan, gerakan, suhu atau energi fisik yang lainnya menjadi sinyal listrik ataupun resistensi yang kemudian akan dikonversikan lagi ke tegangan ataupun sinyal listrik. Secara garis besar, sensor terbagi menjadi beberapa jenis :

c. Sensor Aktif dan Pasif

Sensor Aktif: Sensor Aktif adalah jenis sensor yang membutuhkan sumber daya eskternal untuk dapat beroperasi. Sifat fisik Sensor Aktif bervariasi sehubungan dengan efek eksternal yang diberikannya. Sensor Aktif ini disebut juga dengan Sensor Pembangkit Otomatis (Self Generating Sensors). Contoh: Sensor PIR (Passive Infrared Sensor)

LED

Sensor Pasif: Sensor Pasif adalah jenis sensor yang dapat menghasilkan sinyal output tanpa memerlukan pasokan listrik dari eksternal. Contoh: Thermocouple yang menghasilkan nilai tegangan sesuai dengan panas atau suhu yang diterimanya.

LED

d. Sensor Analog

Adalah sebuah sensor yang menghasilkan sinyal output yang kontinu atau berkelanjutan. Sinyal keluaran kontinu yang dihasilkan oleh sensor analog ini sebanding dengan pengukuran. Berbagai parameter Analog ini diantaranya adalah suhu, tegangan, tekanan, pergerakan dan lain-lainnya. Contoh : sensor kecepatan, sensor tekanan, sensor cahaya dan sensor suhu.

Contoh Sensor Analog

  1. Sensor Cahaya:
    Sensor cahaya atau LDR (Light Dependent Resistor) pada dasarnya adalah sebuah komponen yang memiliki resistansi yang dapat berubah ubah sesuai dengan cahaya yang diterima. Sensor ini memiliki 2 kaki yang tidak berpolaritas, sehingga pemasangan boleh terbalik. LED
  2. Sensor Tekanan:
    Sensor Tekanan atau Pressure Sensor adalah sensor yang digunakan untuk mengukur besar tekanan yang dikenakan pada permukaan sensor. Sensor tekanan akan menghasilkan sinyal keluaran analog (tegangan listrik) yang sebanding dengan besarnya tekanan yang diberikan. Sensor piezoelektrik adalah salah satu jenis sensor tekanan yang dapat menghasilkan sinyal tegangan keluaran yang sebanding dengan tekanan yang diterapkan padanya. LED
  3. Sensor Soil atau Kelembaban Tanah:
    Modul sensor kelembaban tanah digunakan untuk mendeteksi tingkat kelembaban tanah yang dapat diakses menggunakan mikrokontroler. Sensor kelembaban tanah ini dapat dimanfaatkan pada sistem pertanian, perkebunan, dll. Cara kerjanya yaitu kedua ujung sensor mendeteksi adanya air, jika terdapat air maka resistansi akan semakin rendah dan konduktivitas akan semakin tinggi, dan sebaliknya. Hasil konduktivitas tersebut akan dikonversi dalam bentuk tegangan dan memberikan input ke mikrokontroler.
    LED
  4. Sensor Gas:
    Sensor ini dapat mendeteksi adanya perubahan kandungan gas pada udara. Gas Sensor tipe Metal Oxide Semiconductor (MOS) atau Chemiresistors mendeteksi berdasarkan perubahan resistansi saat sensor melakukan kontak dengan gas tertentu. Hasil Pembacaan Sensor Gas Hasil pembacaan berupa tegangan 0 - 5 volt yang dikonversi menjadi angka 0– 1024 untuk memudahkan dalam pemrograman.
    LED
  5. Sensor Heart Rate:
    Sensor yang dapat mengukur detak jantung. Sensor ini dilengkapi dengan photodiode. Photodiode yang sudah terintegrasi dalam komponen APDS 9008 digunakan sebagai penangkap gelombang cahaya yang dipancarkan oleh Infra Red (IR). Metoda pengukuran detak jantung pada pembuluh darah jari tangan pada sistem ini menggunakan metoda refleksi, dimana IR sebagai sumber cahaya dipasangkan sejajar dengan Photodiode sebagai sensor cahaya. Hasil pembacaan berupa tegangan yang kontinyu dan dapat diolah menjadi grafik sehingga dalam rentang waktu tertentu dapat diketahui BPM (Beat per minute)
    LED

e. Sensor Digital

Sensor Digital adalah sensor yang menghasilkan sinyal keluaran diskrit. Sinyal diskrit akan non-kontinu dengan waktu dan dapat direpresentasikan dalam β€œbit”. Output digital dapat dalam bentuk Logika 1 atau logika 0 (ON atau OFF). Sinyal fisik yang diterimanya akan dikonversi menjadi sinyal digital di dalam sensor itu sendiri tanpa komponen eksternal. Contoh : Sensor suhu digital, Sensor PIR, Sensor Ultrasonik, dll.

LED
LED

Contoh Sensor Digital

  1. DHT11 (suhu dan kelembaban):
    DHT11 merupakan sensor one wire (satu kabel) untuk transfer data. DHT11 mengirimkan data temperatur dan kelembaban dengan total 40 bit, yang dikelompokkan dalam 5 byte. 2 byte pertama merupakan data kelembaban dan 2 byte selanjutnya adalah data temperatur. Bit terakhir adalah pengecekan data. Cara kerja: Apabila Suhu meningkat, resistansi listrik dari termistor akan meningkat juga dan sebaliknya. Sensor ini dapat membaca suhu 0– 50 derajat Celsius dengan toleransi +-2 derajat Celsius.
    LED
  2. Sensor Suhu DS18B20Sensor DS18B20 merupakan sensor digital pembaca suhu dengan range -55 sd 125 derajat Celsius dengan toleransi 0,5 derajat. Pembacaan data sensor ini hampir sama dengan DHT11 hanya berbeda pada jumlah data yang dikirm yaitu 12 bit.
    LED
  3. PIR Motion Sensor (gerakan)Sensor PIR (Passive Infra Red) merupakan sensor yang memanfaatkan pancaran gelombang inframerah yang dipancarkan oleh benda sekitar. Dengan demikian, sensor ini dapat mengetahui adanya pergerakan yang ada di depannya. Jangkauan sensor PIR dengan objek maksimal 12m dengan sudut sebaran 60 derajat. Untuk memastikan yang dibaca adalah benar- benar gerakan, terdapat komparator untuk membandingkan dengan gelombang lain yang diterima. Jika terdapat perbedaan, maka output sensor akan mengeluarkan tegangan listrik.
    LED
  4. Sensor Ultrasonik: Sensor ultrasonik adalah sebuah sensor yang berfungsi untuk mengubah besaran fisis (bunyi/gelombang ultrasonik) menjadi besaran listrik dan sebaliknya. Sensor ultrasonik dapat digunakan untuk mengukur jarak dengan suatu benda tertentu.
    LED

2. Elemen Unit Pemroses Sensor

Unit pemroses sensor berfungsi mengolah sinyal dari sensor agar dapat digunakan mikrokontroler. Elemen pemroses meliputi:

LED
  1. Sensing Unit + Konverter ADC:
    Elemen penginderaan (sensing unit) adalah sebuah perangkat keras, yang bertanggung jawab untuk mengukur setiap stimulus fisik (yaitu cahaya, suhu, suara, dll) di lingkungan untuk mengumpulkan data yang bersangkutan. Apabila sensor tersebut berjenis analog maka perlu ditambahakan ADC (Analog to Digital Converter) agar untuk mengkonversi data menjadi digital sebelum dibaca oleh mikrokontroller. LM35 IC ADC0804 Contoh: Sensor suhu LM35 dibaca oleh IC ADC0804.
    LED
  2. Pemrosesan + Penyimpanan:
    Elemen pemroses (processing unit) adalah sebuah perangkat keras, yang bertugas untuk mengolah, menampilkan, dan menyimpan data hasil pembacaan sensing unit. Elemen pemroses minimal memiliki CPU dan storage dalam beroperasi. Contoh: Arduino, Raspberry, ESP8266, ESP32, dll.
    LED
  3. Transceiver:
    Sebuah transceiver diperlukan untuk menghubungkan node sensor ke node lain dalam jaringan untuk transmisi dan penerimaan data yang diperlukan. Sebagian besar Industrial, Scientific and Medical band (ISM) lebih banyak digunakan dalam teknologi sensor yang memanfaatkan frekuensi bebas dan tiga skema komunikasi umum, yaitu komunikasi optik (laser), Inframerah (IR), dan frekuensi radio (RF) telah digunakan sebagai transmisi nirkabel media.
    LED
  4. Power: membuang noise.

3. Aktuator

a. Pengertian Aktuator

Aktuator adalah sebuah peralatan mekanis untuk menggerakkan atau mengontrol sebuah mekanisme atau sistem. Aktuator diaktifkan dengan sistem mekanis yang biasanya digerakkan oleh motor listrik. Namun ada aktuator yang menggunakan angin, atau cairan. Aktuator biasanya adalah suatu output dari suatu sistem yang dikendalikan mikrokontroller. Contoh: Motor DC, relay, solenoid valve, servo motor, stepper motor, dll.

b. Jenis Aktuator

Aktuator Linier

Aktuator yang menciptakan gerak dalam garis lurus, berbeda dengan gerak melingkar pada motor listrik konvensional. Aktuator linier digunakan dalam peralatan mesin dan mesin industri, di periferal komputer seperti disk drive dan printer, di katup dan peredam, dan lain lain. Aktuator linier dapat dihasilkan dari motor listrik, pneumatic, dan hidrolik.

Aktuator Putar

Aktuator putar adalah aktuator yang menghasilkan gerakan putar atau torsi. Aktuator putar yang paling sederhana adalah murni mekanis dimana gerakan linier dalam satu arah menimbulkan gerakan rotasi. Gerakan yang dihasilkan oleh aktuator dapat berupa rotasi kontinu, seperti untuk motor listrik, atau gerakan ke posisi sudut tetap seperti untuk motor servo dan motor stepper. Bentuk selanjutnya, motor torsi, tidak selalu menghasilkan putaran apapun tetapi hanya menghasilkan torsi presisi yang kemudian menyebabkan rotasi atau diseimbangkan oleh beberapa torsi yang berlawanan.

Aktuator Elektromagnetik

Aktuator elektromagnetik bekerja dengan memanfaatkan tarikan magnet yang dihasilkan oleh gaya elektromagnetik. Contoh : Relay, Solenoid Valve, Motor DC

LED
Contoh Aktuator Elektromagnetik

c. Jenis Aktuator Berdasarkan Sumber Energi

d. Cara Memilih Aktuator yang Tepat

e. Contoh Penerapan Aktuator dalam IoT

  1. Kunci pintu otomatis (servo motor): Kunci pintar adalah kunci elektromekanis yang dirancang untuk melakukan operasi penguncian dan pembukaan kunci pada pintu ketika menerima instruksi dari perangkat resmi menggunakan protokol nirkabel dan kunci kriptografi untuk menjalankan proses otorisasi. Pengunci pintu pintar menggunakan solenoid sebagai aktuator untuk mengunci pintu tersebut.
    LED
  2. Smart Lamp: Lampu rumah pintar bekerja dengan mematikan dan menghidupkan lampu secara otomatis atau dikendalikan melalui aplikasi. Aktuator yang digunakan dalam lampu pintar adalah relay. Relay bekerja dengan memanfaatkan medan magnet timbul karena adanya tegangan listrik.
    LED
  3. Mesin Kopi: Mesin Pengolahan Kopi / Alat Pembuat Kopi adalah alat yang berfungsi untuk memproduksi atau membuat olahan kopi berupa minuman kopi yang beraneka ragam dan rasa. Dalam mesin kopi terdapat beberapa aktuator seperti motor stepper, solenoid valve, dan turntable motor.
    LED

Penutup

Pemahaman sensor dan aktuator menjadi dasar penting dalam pengembangan sistem IoT yang cerdas dan responsif.

Daftar Pustaka

  1. Alvis J. Evans. (2010). Basic Electronics. McGraw-Hill.
  2. Horowitz, P., & Hill, W. (2015). The Art of Electronics. Cambridge University Press.
  3. Wikipedia Contributors. (2024). Sensor and Actuator entries. Link

Glosarium Istilah

Sensor
Perangkat yang mendeteksi perubahan fisik, kimia, atau lingkungan dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dapat dibaca sistem elektronik.
Aktuator
Perangkat yang mengubah sinyal listrik atau perintah dari pengendali menjadi aksi fisik, seperti gerakan mekanik atau perpindahan.
PIR
Passive Infrared Sensor, sensor gerak yang mendeteksi radiasi inframerah yang dipancarkan oleh objek hidup.
LDR
Light Dependent Resistor, sensor cahaya yang resistansinya berubah tergantung intensitas cahaya yang diterima.
ADC
Analog to Digital Converter, komponen yang mengubah sinyal analog kontinu menjadi data digital yang bisa dibaca mikrokontroler.
Relay
Saklar elektromekanik yang dikendalikan sinyal listrik berdaya rendah untuk membuka atau menutup rangkaian berdaya lebih tinggi.
Solenoid Valve
Katup yang dikendalikan oleh kumparan elektromagnetik untuk mengatur aliran fluida.
Motor Servo
Motor yang dapat menggerakkan beban ke posisi tertentu dengan sudut presisi, biasanya dikontrol sinyal PWM.
Motor Stepper
Motor listrik yang bergerak dalam langkah-langkah diskrit sehingga dapat memutar dengan sudut tertentu secara akurat.
Transceiver
Perangkat yang dapat memancarkan dan menerima data nirkabel dalam suatu jaringan komunikasi.
Piezoelektrik
Bahan yang menghasilkan tegangan listrik ketika diberi tekanan mekanis.
Thermocouple
Sensor suhu yang menghasilkan tegangan listrik berdasarkan perbedaan suhu antara dua logam berbeda.
Ultrasonik
Teknologi pengukuran jarak dengan memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi di atas pendengaran manusia (>20 kHz).
Pneumatik
Sistem aktuator yang bekerja menggunakan tekanan udara terkompresi.
Hidrolik
Sistem aktuator yang bekerja menggunakan tekanan fluida cair untuk menghasilkan gerakan mekanis.
IoT
Internet of Things, konsep menghubungkan perangkat fisik ke internet untuk memantau dan mengendalikan secara jarak jauh.
Beranda Mundur Maju